Google+ Badge

Kamis, 21 Maret 2013

TEORI KOMUNIKASI KELOMPOK

Prinsip Dasar Komunikasi Kelompok


      
Kelompok merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan sehari-hari.

      Melalui kelompok memungkinkan kita dapat berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan kita dengan anggota kelompok lainnya.

      Kelompok Primer : Keluarga.

      Kelompok Sekunder : sekolah, lembaga agama, tempat pekerjaan dan kelompok-kelompok lainnya yang sesuai minat dan ketertarikan kita.

Pengertian Komunikasi Kelompok Michael Burgoon dan Michael Ruffner :

            Komunikasi Kelompok sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.

Ada 4 (empat) elemen yang tercakup dalam defenisi tersebut :

Interaksi Tatap Muka

Jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi

Maksud dan tujuan yang dikehendaki.


Kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya.

3 (Tiga) Kategori Norma Kelompok

1)      Norma Sosial, mengatur hubungan diantara para anggota kelompok.

2)      Norma Prosedural, mengurai secara rinci bagaimana kelompok beroperasi.

3)      Norma Tugas, memusatkan perhatian pada bagaimana suatu pekerjaan harus dilaksanakan.



Fungsi Komunikasi Kelompok

1)      Fungsi Hubungan Sosial : perekat sosial antar anggota kelompok.

2)      Fungsi Pendidikan : alat pertukaran pengetahuan dan pengalaman

3)      Fungsi Persuasi : melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

4)      Fungsi untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan.

5)      Fungsi terapi seperti pada kelompok konsultasi perkawinan, kelompok penderita narkoba dan lain-lain.



KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM PERSPEKTIF TEORITIS



1. TEORI PERBANDINGAN SOSIAL

Teori Perbandingan Sosial (Social Comparison Theory) Tindak komunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap, pendapat, dan kemampuannya dengan individu-individu lainnya.

Dalam teori perbandingan sosial ini, tekanan seseorang untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya akan mengalami  peningkatan, jika muncul ketidaksetujuan yang berkaitan dengan suatu  kejadian atau peristiwa; kalau tingkat pentingnya peristiwa tersebut  meningkat dan apabila hubungan dalam kelompok (group cohesiveness) juga  menunjukkan peningkatan. Selain itu, setelah keputusan kelompok dibuat,  para anggota kelompok akan saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung atau membuat individu-individu dalam kelompok lebih merasa senang dengan keputusan yang dibuat tersebut. 

Teori perbandingan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana tindak komunikasi dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penurunan.

Teori Percakapan Sosial
  
TEORI PERCAKAPAN KELOMPOK 
Kelompok (Group Achievement Theory) Teori percakapan kelompok sangat berkaitan erat dengan produktivitas kelompok atau upaya-upaya untuk mencapainya melalui pemeriksaan masukan dari anggota (member inputs), variabel-variabel yang perantara (mediating variables), dan keluaran dari kelompok (group output).



Masukan atau input yang berasal dari anggota kelompok dapat diidentifikasikan sebagai perilaku, interaksi dan harapan-harapan  (expectations) yang bersifat individual. Sedangkan variabel-variabel perantara merujuk pada struktur formal dan struktur peran dari kelompok sperti status, norma, dan tujuan-tujuan kelompok. Yang dimaksud dengan keluaran atau output kelompok adalah pencapaian atau prestasi dari tugas atau tujuan kelompok.



Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Perilaku, interaksi, dan harapan-harapan (input variables) mengarah pada struktur formal struktur formal dan striktur peran (mediating variables) yang sebaliknya variabel ini mengarah pada produktivitas, semangat, dan keterpaduan (group echievement).


 Sumber :
-Teori Komunikasi, S.Djuarsa Sendjadja, Ph.d.,dkk. Universitas Terbuka
 -Teori komunikasi, Perspektif ragam & aplikasi, H.Syaiful Rohim, M.Si.
c 

contoh kasus
      menemukan fakta menarik bahwa banyak peristiwa penting yang berdampak luas disebabkan oleh keputusan sekelompok kecil orang, yang mengabaikan informasi dari luar mereka. Misalnya dalam peristiwa Pearl Harbour (1941), keputusan fatal diambil karena mengabaikan informasi penting intelejen sebelumnya. Minggu-minggu menjelang penyerangan Pearl Harbour di bulan Desember 1941 yang menyebabkan Amerika Serikat terlibat Perang Dunia II, komandan-komandan militer di Hawaii sebetulnya telah menerima laporan intelejen tentang persiapan Jepang untuk menyerang Amerika Serikat di suatu tempat di Pasifik. Akan tetapi para komandan memutuskan untuk mengabaikan informasi itu. Akibatnya, Pearl Harbour sama sekali tidak siap untuk diserang. Tanda bahaya tidak dibunyikan sebelum bom-bom mulai meledak. Walhasil, perang mengakibatkan 18 kapal tenggelam, 170 pesawat udara hancur dan 3700 orang meninggal. Berdasarkan gejala-gejala yang ada, umumnya kelompok yang memiliki semangkin banyak gejala yang ada ia akan semakin tidak baik. Para anggota kelompok akan memberikan penilaian yang berlebihan terhadap kelompoknya seperti kelompoknyalah yang paling benar. Selain itu kelompok pemikiran individu akan tertutup oleh pemikiran kelompok. Ketika suatu kelompok memiliki pikiran yang tertutup, kelompok ini tidak akan mengindahkan pengaruh-pengaruh dari keluar kelompok. Akan selalu ada tekanan untuk mencapai keseragaman, adanya ilusi bahwa akan adanya kebulatan suara meskipun pada dasarnya ada di antara kelompok yang tidak mendukung. Untuk mengatasi gejala-gejala pemikiran kelompok seperti itu adalah dengan lebih banyak berpikir sebelum bertindak. Banyak contoh kasus peristiwa komunikasi yang bisa dilihat dari teori ini diantaranya adalah: ngototnya kepengurusan PSSI yang dipimpin oleh Nurdin Halid untuk tidak mau mundur dari PSSI. Kelompok pendukungnya akan selalu memiliki argumen-argumen yang selalu dilandasi oleh pemikiran kelompok.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar